• [Terbaru] Menikmati Jakarta dengan Traveloka Xperience Klik Disini

Friday, 16 August 2019

Pengalaman Mengurus Paspor Beda Domisili



Sebagai seorang yang tidak begitu suka dihadapkan dengan waktu yang mepet, nah akhirnya beberapa waktu yang lalu saya kemudian memperpanjang paspor saya yang sudah kadaluarsa sejak bulan februari yang lalu, meski sebenarnya belum ada rencana mau ke negara mana, tapi bagi saya mengurus paspor selagi belum butuh-butuh amat itu perlu, demi memotivasi diri sendiri juga untuk traveling ke negara-negara lainnya.

Paspor sebelumnya yang telah saya buat sejak 2014 yang lalu telah menjadi jalan pembuka saya dalam melihat dunia, sejauh ini telah ada 3 negara yang berhasil saya kunjungi, Singapura, Malaysia, dan UK. Kesemuanya berkat blog ini yang membawa saya memenangkan beberapa kompetisi blog, dengan hadiah traveling ke negara tersebut. Apa yang selalu memotivasi adalah, ada begitu banyak lembaran kosong di paspor saya yang haus dengan stempel negara-negara maupun visa.

Nah langsung saja, disini saya ingin membagi informasi mengenai bagaimana pengalaman saya mengurus paspor di kantor imigrasi. Meski beda domisili dengan domisili KTP, kita ternyata bisa loh mengurus paspor dimana saja yang kita mau.

Pertama untuk mengurus paspor baru atau penggantian paspor, kita perlu terlebih dulu mengisi antrian online. Antrian online bisa kita dapatkan dengan mengunduh aplikasi Layanan Paspor Online di Play Store atau di App Store, disitu nanti kita perlu mengisikan data-data pribadi kita seperti NIK, nama, tempat tanggal lahir, dan lain sebagainya. Setelah selesai mengisi data, kita bisa masuk ke menu Antrian paspor namun untuk mengisinya kita hanya bisa mulai di hari jumat jam 2 sore, hingga hari minggu di setiap minggunya.

Disini nanti kita akan memilih di Kantor Imigrasi mana kita akan mengurus, sekaligus informasi tanggal yang kuotanya masih tersedia (ditandai dengan warna hijau), serta pilihan apakah kita bisanya datang pagi ataukah sore. Nah setelah semuanya terisi, submit dan kemudian kita akan mendapatkan jadwal antrian kita. Sebagai informasi, biasanya saat jadwal antrian online mulai dibuka pada jumat jam 2 sore, akan begitu banyak orang-orang yang akan mendaftar secara bersamaan yang biasanya menyebabkan server aplikasi menjadi down. Waktu itu saya memilih mendaftar di malam harinya, biar tidak ada masalah saat saya mendaftar antrian online.

Setelah berhasil mendapatkan antrian online, hal yang kita persiapkan adalah berkas-berkas pendukung. Nah, karena saya telah memiliki paspor sebelumnya olehnya berkas-berkas yang saya perlukan hanyalah sedikit, hanya paspor lama, e-KTP, Surat Keterangan Domisili, dan Materai 6000 untuk surat domisili saya ini, hanya dari RT Setempat dengan mencantumkan keperluan penggantian paspor.

Nah saat mengisi antrian online sebelumnya, saya memilih jadwal ke kantor imigrasinya pada senin pagi. Kantor Imigrasi yang saya pilih adalah Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Timur, yang berlokasi di Cipinang, letaknya tidak jauh dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang. Tiba di lokasi, para pendaftar akan disambut oleh duta imigrasi yang akan mengarahkan kita saat ingin mengurus paspor, disini saya diminta mengisi beberapa lembar form, yang salah satu formnya wajib ditempeli dengan materai 6000.

Setelah selesai mengisi form, kita diminta antri untuk mendapatkan nomor antrian wawancara, tidak lama, sekitar 15 menit saya kemudian diberikan nomor antrian wawancara dan kemudian diarahkan ke lantai atas. Di lantai atas, ternyata telah ada begitu banyak orang yang mengantri untuk wawancara, perekaman sidik jari dan foto, namun karena waktu itu ada delapan konter yang dibuka, olehnya saya hanya menunggu sekitar 30 menit untuk kemudian dilihat kelengkapan berkasnya. Disini kita ditanya ingin paspor biasa atau paspor elektronik, saya memilih paspor elektronik karena paspor jenis ini dapat memfasilitasi kita mendapatkan bebas visa ke negara seperti Jepang.


Setelah berkas dinyatakan lengkap, kita diminta untuk kembali ke tempat duduk dan nanti akan dipanggil lagi untuk perekaman sidik jari dan kemudian foto. Sekitar 15 menit kemudian nama sayapun dipanggil, disini saya diminta menempelkan satu-satu jari saya ke mesin perekam sidik jari, duduk di dalam kotak yang terang untuk foto depan kamera, dan juga menandatangani form yang diberikan. Disini saya juga diminta menyebutkan kembali nomor telepon saya, untuk kemudian nantinya diinformasikan melalui SMS bila paspor telah selesai dibuat.

Setelah proses selesai, kita akan diberikan tanda terima yang berisi biaya yang perlu dibayar. Untuk paspor elektronik sendiri biayanya adalah Rp. 650.000 dan dapat dibayar di bank, ataupun mobil Pos Indonesia yang terdapat di Luar Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Timur. Oh iya, sebagai catatan untuk paspor elektronik hanya dapat dibuat di kantor imigrasi yang ada di Jakarta, Surabaya, dan Batam. Perbedaan fisik paspor elektronik dengan paspor biasa adalah dibenamkannya chip di paspor ini yang nanti dapat memudahkan kita saat berhadapan dengan imigrasi di bandara.

Saat perekaman sidik jari, saya sempat dinformasikan bahwa kemungkinan paspor elektronik saya akan selesai 2 minggu lagi, namun ternyata empat hari kemudian pada jumat pagi sayapun mendapatkan sms bila paspor saya telah selesai dan bisa diambil di kantor imigrasi. Siangnya selepas shalat jumat, saya kemudian berangkat ke kantor imigrasi untuk mengambil paspor, di kantor imigrasi setelah hampir sejam menunggu antrian, sayapun kemudian diberikan paspor elektronik saya dan juga paspor lama yang telah distempel dengan informasi sudah tidak berlaku lagi dan beberapa bagiannya telah digunting.

Mengapa paspor lama kita masih diberikan meski telah memiliki paspor baru adalah misalnya sewaktu-waktu kita keluar negeri dan membutuhkan visa, pihak kedutaan negara bersangkutan akan meminta juga paspor lama kita sebagai syarat dalam pengurusan visa.

Akhir kata, terima kasih telah berkunjung ke blog saya ini semoga kedepannya ada berbagai hal menarik lainnya yang dapat saya share kembali, semoga teman-teman sekalian suatu saat akan dikabulkan harapannya juga bisa mengunjungi negara-negara yang teman-teman idam-idamkan. Semoga selalu sehat dan sampai jumpa.

Terima Kasih






No comments:

Post a Comment

Orang baik meninggalkan pesan