• [Terbaru] Menikmati Jakarta dengan Traveloka Xperience Klik Disini

Monday, 31 December 2018

Perjalanan Saya ke Cirebon, Antara Batik Kitchen, Empal Gentong, dan Keraton Kesepuhan



Tahun 2018 ini menjadi tahun yang begitu berarti bagi saya. Merantau ke ibukota menuntut ilmu sambil belajar lingkungan dan budaya baru merupakan hal-hal yang saya cita-citakan sejak dulu. Suatu hal yang menggembirakan di ibu kota, saat bertemu dengan berbagai orang dengan latar belakang dan karakter yang berbeda-beda. Sebagian dari mereka kini menjadi teman saya disini, bahkan bisa dibilang sebagai keluarga saya di perantauan.

Rutinitas saya di kampus, saya selingi berkeliling melihat berbagai atraksi wisata bahkan kuliner, dengan begitu saya bisa semakin mengenal dan bisa belajar berbagai hal-hal baru. Saya masih ingat beberapa waktu lalu ketika berkunjung ke salah satu tempat kuliner menarik di daerah Tebet, Warung Empal Gentong Cirebon namanya. Ini awalnya dari ajakan salah satu teman saya, tapi kini menjadi menjadi salah satu kuliner favorit ,yang membuat saya datang lagi dan lagi.

Nah, mengisi liburan beberapa waktu lalu, saya sempatkan untuk berkunjung ke Kota Cirebon. Ini sebenarnya karena ada acara nikahan teman saya disana. Dari Jakarta kami berangkat pukul 6 pagi sampai disana sekitar pukul 10. Sampai di Cirebon kami singgah ke salah satu tempat yang saya ketahui dari beberapa sumber di internet, dan kelihatannya menarik . Nama tempat ini sendiri adalah Batik Kitchen, adalah sebuah restoran yang menyajikan berbagai makanan-makanan khas Cirebon, ada Nasi Lengko, Tahu Gejrot, dan tentunya Empal Gentong. Nah merasakan langsung Empal Gentong dari kota asalnya ini menjadi salah satu pengalaman kuliner saya yang mengesankan.


Batik Kitchen ini sendiri berlokasi di Jl. Syekh Datul Kahfi No. 148 Weru lor Kabupaten Cirebon, tepatnya berada tepat di samping BT Batik Trusmi (dalam suatu kawasan). Hebatnya, semua makanan yang ada dalam Batik Kitchen ini dibuat oleh para maestro masakan khas Cirebon dengan sentuhan modern dan kekinian. Dengan slogannya Citarasa Berbudaya, Batik Kitchen ini berinovasi menyajikan masakan-masakan tradisional dengan pengalaman yang lebih elegan. Oh iya, disini ternyata tidak hanya menyajikan makanan-makanan tradisional, masakan modernpun juga disediakan disini.

Awalnya mengapa saya kemudian tertarik untuk ke tempat ini, menurut informasi tempat ini tiap harinya dikunjungi hingga ratusan orang dari berbagai kota, kebanyakan dari mereka tertarik datang ke tempat ini hanya untuk mencicipi Empal Gentong, yang disajikan langsung dari gentongnya. Jadinya biar perjalanan saya ke Cirebon makin berkesan, saya kemudian menyempatkan mencoba Empal Gentong ini yang ternyata rasanya malah jauh lebih enak dari Empal Gentong yang selama ini saya coba.


Oh iya waktu saya di Cirebon saya habiskan juga untuk mengunjungi beberapa tempat wisata yang menarik di kota ini, satu yang menurut saya berkesan adalah saat mengunjungi Keraton Kesepuhan. Jadi dulunya Cirebon adalah salah satu kerajaan dengan Sultan sebagai rajanya. Keraton Kesepuhan ini bisa dibilang adalah istana sang sultan. 

Di dalam sebuah kawasan dengan arsitekturnya yang khas ini, ada museum yang menyimpan benda-benda pusaka. Satu yang membuat saya tertarik adalah keberadaan kereta Singa Barong. Kereta ini sendiri adalah karya Panembahan Losari, cucu Sunan Gunung Jati, yang dibuatnya pada 1549. Kereta Singa Barong yang berbelalai gajah melambangkan persahabatan Kasultanan Cirebon dengan India, berkepala naga lambang persahabatan dengan Tiongkok, serta bersayap dan berbadan Buroq lambang persahabatan dengan Mesir. Begitu unik, dan bahkan menyimpan sejarah yang amat panjang.


Di Cirebon saya hanya menghabiskan 2 hari, lalu kemudian kembali lagi ke Jakarta. Kota ini bagaimanapun telah memberikan saya sebuah pengalaman kuliner dan wisata yang mengesankan.

Nah, itulah tadi perjalanan singkat saya ke Kota Cirebon. Saya berencana untuk juga kembali berkunjung ke kota-kota lain, menemukan berbagai kuliner dan merasakan cita rasa yang berbeda-beda. Kalau teman-teman punya saran kuliner-kuliner apa saja yang menarik dan patut untuk dicoba, mungkin bisa meninggalkan komentar dibawah. Sebagai penutup, terima kasih telah mengikuti cerita perjalanan saya kali ini, semoga ada lagi hal-hal unik dan menarik yang dapat saya ceritakan lagi di kesempatan yang akan datang.













No comments:

Post a Comment

Orang baik meninggalkan pesan