• [Terbaru] Inilah Laptop Premium Paling Ringkas di Dunia Klik Disini

Wednesday, 16 January 2019

Liburan Awal Tahun ke Pulau Tidung




Sejak tinggal di Jakarta guna melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, saya bertemu beberapa teman yang bisa dibilang kini jadi keluarga saya di perantauan. Teman-teman ini yang menemani berbagai aktifitas-aktifitas saya selama menempuh pendidikan di kota ini, termasuk bahkan sebelum saya kuliah dulu. Jadi pemberi beasiswa sempat mengadakan pelatihan persiapan kuliah selama 6 bulan di Jakarta sebelum saya intake kuliah magister september 2018 lalu, teman-teman ini yang kemudian saya kenal selama pelatihan tersebut. Kini kami bahkan kuliah di kampus yang sama.

Selepas satu semester kami di kampus sebenarnya kami berencana untuk berlibur ke Jogja, tujuannya selain liburan juga untuk bertemu dengan teman-teman kami sesama pelatihan yang lain. Jadi selain kuliahnya di Jakarta, banyak teman-teman kami sesama pelatihan yang melanjutkan pendidikannya di Jogja. Namun karena satu lain hal, rencana ke Jogja kami batalkan dan setelah mencari berbagai informasi-informasi tempat liburan yang cocok, akhirnya jatuhlah pilihan kami untuk berlibur ke Pulau Tidung, salah satu pulau di Kepulauan Seribu.


Dari Depok, kami (Saya, Kodi, Laksmi, Guntur, Wahyu) berangkat pukul 5 pagi kurang 15 menit ke Stasiun Pondok Cina dengan Stasiun tujuan Jakarta Kota. Karena bisa dibilang masih terlalu pagi, di kereta kami masih mendapatkan tempat duduk. Suatu hal yang di jam-jam sibuk begitu sulit ditemui di KRL. Tiba di Stasiun Jakarta Kota kamipun bertemu dengan 2 orang lainnya yang juga akan menemani kami berlibur ke Pulau Tidung. Namanya Astri dan Suaminya seorang Bule Rusia, bernama Munir. Kak Astri adalah teman satu daerah Guntur yang sama-sama juga merupakan penerima Beasiswa Magister.

Dari Stasiun Jakarta Kota kami memesan grabcar dengan tujuan Pelabuhan Kali Adem. Dari supir grab kami mengetahui ternyata kapal penyebrangan ke Pulau Tidung ada hanya sekali dalam sehari, yakni berangkat pada pukul 8. Ini berarti bila tertinggal kapal, kita hanya bisa berangkat kesana keesokan harinya. Namun karena kami telah berangkat lebih awal, kami akhirnya bisa sampai ke pelabuhan sebelum jam 8. Disana kemudian kami bertemu dengan salah satu penyelenggara trip kami di Pulau tidung, yang kemudian bertugas membelikan kami tiket penyebrangan kesana. Oiya harga tiket dari pelabuhan Kali Adem ke Pulau Tidung adalah sebesar 52k rupiah perorangnya.


Saat mesin kapal mulai dinyalakan, pertanda kami sebentar lagi akan berangkat ke Pulau Tidung. Di kapal yang waktu itu lumayan sesak dengan banyaknya penumpang kami sempat dihibur dengan suara gitar dan nyanyian penumpang lain. Mungkin seperti inilah suasana umunya di kapal, penumpang sebaiknya mencari cara menghibur diri agar tidak bosan selama perjalanan yang lumayan lama ini. Wahyu dan Kodipun bahkan sempat menyanyi, mereka menyanyikan lagu Terlanjur Cinta, duet Rossa dan Pasha Ungu, suatu pengalaman termistis yang pernah saya alami.

Selama perjalanan, kami melihat beberapa pulau-pulau kecil yang sebagian selain dijadikan tempat tinggal, juga dijadikan sebagai obyek wisata. Di Jakarta memang begitu sulit menemukan pantai-pantai yang indah, pantai-pantai yang indah di Jakarta hanya bisa ditemukan di Kepulauan Seribu. Yang ini artinya kita harus menyeberang kesana melintasi laut Jakarta. Sekitar 2 Jam perjalanan akhirnya kamipun tiba di Pulau Tidung. Kesan pertama saya dengan Pulau ini adalah, warna lautnya begitu indah. Kemanapun kamera diarahkan untuk mengambil gambar, hasilnya selalu bagus.


Tiba disana kami kemudian bertemu dengan penyelenggara trip lainnya yang kemudian mengarahkan kami menuju penginapan dengan menggunakan bentor. Ini sendiri karena jarak dari pelabuhan Pulau Tidung dengan penginapan kami yang lumayan jauh. Biaya bentor dari pelabuhan ke tempat kami adalah sebesar 20 ribu. Dimana setiap satu bentor, bisa mengangkut 1-3 orang. Tiba di penginapan, kamipun makan siang, sholat dhuhur dan istirahat sebelum kemudian berangkat untuk snorkeling.

Pukul 2 kami kemudian diajak untuk snorkeling. Dari penginapan ke tempat speed boat yang akan mengantarkan kami ke snorkeling site, kami menggunakan sepeda yang juga telah disediakan oleh penyelenggara. Cukup jauh kami mengayuh sepeda, akhirnya kami sampai ke Jembatan Cinta, ikon Pulau Tidung, disini kami diberikan perlengkapan snorkeling dan juga life jacket. Alas kaki dan beberapa barang penting lainnya kami titipkan disana, ini agar tidak hilang ketika kami snorkeling. Oiya disana kami membeli makanan ikan, yang nanti dapat membantu kami ketika memberikan makan kepada ikan-ikan disana. Ini tujuannya agar ikan-ikan akan datang ke kita, sehingga bagus saat nanti di foto.


Ketika semua persiapan telah siap, kamipun berangkat ke snorkeling site dengan menggunakan speed boat yang telah lebih dulu dipersiapkan. Sekitar 15 menit di speed boat, kamipun sampai ke snorkeling site dan siap mengeksplor keindahan bawah laut pulau ini yang ternyata selain dipenuhi oleh karang-karang juga terdapat berbagai jenis ikan dengan paduan warna yang unik sekaligus indah. Ini adalah pengalaman pertama saya snorkeling, ternyata begitu menyenangkan. Saya ingin suatu saat bisa snorkeling kembali, ke tempat ini atau tempat-tempat lain yang mungkin recomended.


Sekitar sejam lebih snorkeling, kamipup kembali ke penginapan. Tapi sebelumnya kami kembali ke tempat kami tadi guna mengambil barang yang tadi kami titip. Setelah semua selesai, kamipun kembali mengayuh sepeda menuju penginapan, untuk kemudian bersih-bersih, sholat Ashar lalu kemudian bersiap-siap untuk ke ujung pulau untuk menyaksikan sunset.

Pukul 5 sore kami kemudian diarahkan ke ujung pulau, juga dengan menggunakan sepeda yang tadi kami gunakan. Jarak dari penginapan kami ke ujung pulau bisa dibilang lumayan jauh, sehingga kami perlu berangkat kesana lebih awal. Mengendarai sepeda melintasi pinggiran pantai merupakan salah satu pengalaman paling asik buat saya. Apalagi ditambahi efek nyanyian ombak. Suatu hal yang membuat saya begitu semangat untuk menceritakan liburan ini di blog saya.


Tiba di lokasi, kami kemudian membeli buah kelapa yang kemudian kami minum sembari menikmati sunset. Disana juga kami sempatkan untuk mengambil gambar, karena suasananya yang sayang bila tidak diabadikan. Sehabis menikmati sunset kami kemudian kembali ke penginapan untuk kemudian sholat Maghrib dan mempersiapkan acara malam, yakni bakar-bakar ikan dan cumi.

Di malam harinya kami mengisinya dengan acara bakar-bakar ikan dan cumi. Meski waktu itu terjadi pemadaman listrik, tidak mengendorkan semangat kami untuk menikmati malam di Pulau Tidung. Kak Astri yang pandai memasak, meramu cabai dan jeruk yang akan menemani ikan yang tadi kami bakar. Selama menunggu sehingga semua ikannya telah selesai, kami mengisinya dengan berjoget khas maluku. Kak Astri yang master soal ini, kemudian memandu kami semua. Agak susah-susah gampang ternyata. Setelah semua ikan selesai dibakar, kamipun kemudian secara bersama-sama menikmatinya. Sehabis itu kemudian kembali ke kamar masing2 untuk istirahat.


Keesokan harinya kamipun packing untuk bersiap kembali ke Jakarta. Walau hanya sehari tapi pulau ini telah memberikan kepada kami sebuah pengalaman liburan yang begitu memorable. Suatu saat saya ingin kembali lagi ke pulau ini, menikmati alam bawah lautnya dan senjanya kembali. Akhir kata terima kasih telah mengikuti cerita perjalanan saya kali ini, semoga kedepannya ada berbagai hal lain yang dapat saya ceritakan kembali. Sampai jumpa dan see u soon guys.












Comments
6 Comments

6 comments:

  1. jujur saya seperti ikut larut dan merasakan seolah olah ada bersama mereka ...kapan ya bisa ke sana, tentunya bareng 5 teman rasa saudara diperantauan. mau nanya, selain kapal, ojek yang mengantarkan ke penginapan. biaya lain nya berapa ya seperti sewa alat dan lain-lainnya. minta tolong ya mas darwin dijawab soalnya lagi suntuk butuh liburan alias sering lupa bahagia. terimakasih. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan ini ada paket liburannya mas zain, kalau brgkatnya 7 org biayanya 350k/orangnya. Semua sudah include trmasuk transportasi kapal pulang pergi, kecuali utk sewa bentor (20k), parkir sepeda (2k). Kalau brgkatnya diatas 8 org bisa lebih murah lg. Tp kalau kurang dr 7, harganya jd lumayan.

      Delete
    2. sip makasi mas darwin ... bawa duit 400-450 dah cukup lah ya dari keluar kos sampai masuk kos lagi ... btw, ditunggu coretannya di blog ini, seneng aku ngikutin tulisan mas darwin ...

      Delete

Orang baik meninggalkan pesan